Sungai Gimba (26-08-2020)
Stunting merupakan kondisi gagal atau terlambat pertumbuhan fisik maupun otak pada anak akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama sehingga pertumbuhan anak sangat lambat yang memuat anak memiliki fisik yang pendek dibanding anak-anak seusianya. selain itu keterlambatan tumbuh kembang otak juga dialami oleh anak-anak penderita stunting, sehingga kecerdasan anak sangat tertinggal dari anak-anak seusianya. Negara Indonesia adalah penderita stunting peringkat pertama di negara-negara Asean.
Untuk daerah Propinsi Sumatera Barat angka anak penderita stunting dari tahun 2015-2018 selalu diatas 20% setiap tahun (dikutip dari :ProKabar.Com/2018). Angka 20% keatas dari kelahiran setiap tahun merupakan angka yang tinggi dan angka memberi dampak besar di berbagai aspek Kehidupan. Untuk Kabupaten Padang Pariaman jumlah balita pengidap stunting mencapai 17,6% , Bupati Padang Pariaman menargetkan persentasenya turun menjadi dibawah 10% di Tahun 2020 (dikutib dari: Sumbar.AntaraNews.com/2020).
Untuk Nagari Sungai Sungai Gimba Ulakan sampai medio tahun ini terdapat 11 balita penderita Stunting, hal ini berdasarkan data Bidan Desa Endra Yeni,A.Md.Keb selaku bidan kewilayahan Nagari Sungai Gimba Ulakan. angka 11 balita penderita di Nagari Sungai Gimba Ini dibenarkan oleh perangkat Nagari Sungai Gimba Ria Putri Yanti selaku Kasi Kesejahteraan yang membidangi terkait masalah stunting ini.
Bapak Irman Tiardi,A.Md selaku Wali Nagari Sungai Gimba Ulakan memandang perlu melakukan pencegahan dini dan sosialisasi berkelanjutan di tengah-tengah masyarakat Nagari Sungai Gimba Ulakan. Maka pada hari selasa 25 agustus 2020 bertempat di Gedung Serba Guna Sungai Gimba diadakan sosialisasi dan bedah materi terkait stunting yang bertajuk "Rembuk Stunting Nagari". Wali Nagari dalam sambutannya menyampaikan : "semua pihak harus berperan aktif memberi penyuluhan stunting ini kepada Ibu Hamil, agar dapat menjaga asupan gizi Ibu hamil dan Balita. terutama kader posyandu, tenaga kesehatan dan kepemudaan Nagari harus berperan aktif menumbuhkan kesadaran di masyarakat terkait stunting ini. kami selaku pemerintahan nagari mendukung penuh dan siap memfasilitasi apa saja yang diperlukan pihak-pihak terkait serta siap bekersama dengan semua pihak untuk menekan jumlah balita penderita stunting di nagari kita". Rembuk stunting ini di isi oleh pemateri dari Puskesmas Ulakan dan bidan kewilayahan Nagari Sungai Gimba Ulakan.
Red:DZ